Rapat Koordinasi Dan Pemetaan Daerah Perbatasan Di Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

302

Senin tanggal 09 Agustus 2018 pukul 10.00 Wib adanya kunjungan Tim Intelijen Direktorat A Kejaksaan Agung RI sekaligus Rapat Koordinasi Dan Pemetaan Daerah Perbatasan di Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan.

Adapun yang hadir dalam kunjungan Tim Intelijen Direktorat A Kejaksaan Agung RI sekaligus Rapat Koordinasi Dan Pemetaan Daerah Perbatasan di Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan antara lain, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan yaitu Bapak Zullikar Tanjung, SH.MH, Walikota Tanjungbalai Asahan yaitu Bapak H.Syahrial, SH.MH, Danlanal Tanjungbalai Asahan., Mewakili Dandim 0208/Asahan, Mewakili Polres Tanjungbalai Asahan, Bea Cukai Tanjungbalai Asahan, Imigrasi Tanjungbalai Asahan, PAM TAS Tanjungbalai, Ka.Kesbangpol Tanjungbalai, Kabag Hukum Tanjungbalai, Kabag Asset Kota Tanjungbalai, Kepala Bapeda Kota Tanjungbalai, dan Mewakili BNN Kota Tanjungbalai

Selanjutnya dalam paparan tersebut digambarkan konsep maritim Indonesia dimana untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai ‘national building” jika dapat menguasai lautan, sehingga penguatan dengan melakukan pemetaan daerah perbatasan adalah hal Yang harus dilakukan, dan berdasarkan hasil pemaparan Tim Direktorat A Kejaksaan Agung Ri didapat ATHG di wilayah Tanjungbalai antara Iain : Terorisme, Pintu masuk sindikat narkoba, Illegal migran (Banglades,lndia, Tiongkok,Myanmar, Pakistan, Sudan,Afganistan,Taiwan, Nepal), Impor illegal pakaian bekas dari malaysia,Tenaga kerja illegal dari Malaysia dan ke Malaysia, Ekspor pasir illegal, Perompakan, Limbah Oil di laut, Penangkapan nelayan Indonesia Oleh Malaysia; I O.Batas wilayah laut, People Smuggling, dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here